BELALANG TUA
Just another WordPress.com weblog

Batik. Salah satu warisan budaya bangsa yang memesona ini, memiliki banyak corak dan motif yang sangat menawan. Namun keberadaannya terancam punah, jika para generasi bangsa tidak lagi menacintai dan melestarikannya.

Pesona batik nusantara itu, bisa kita lihat di museum batik di kota Pekalongan, yang berada di Jl. Jetayu No.01. Di sini dipamerkan tak kurang 900-an batik yang merupakan sumbangan dari para pecinta batik nusantara.
Menurut penuturan salah seorang pemandu, museum batik Pekalongan mengetengahkan tema “Batik Pesisir Indonesia”. Di mana hingga saat ini, museum ini memiliki tak kurang dari 900-an koleksi yang berasal dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Surakarta, Rembang, Pekalongan, Cirebon dan Palembang.
Di museum ini, koleksi batik yang tertua berasal dari lasem, berumur sekitar 200 tahun. Batik-batik yang dipamerkan itu tertata rapi di berbagai ruang.
Selama menikmati koleksi karya batik putera negeri ini, kita akan didampingi oleh pegawai yang siap menjelaskan secara detail. Dan bagi mereka yang belum merasa puas, bias melengkapi keterangan guide tersebut, dengan membaca sendiri sejarah dan perkembangan batik nusantara di perpustakaan yang berada di bagian depan museum.
Di museum batik ini, kita tidak hanya bisa melihat berbagai hasil karya batik saja. Tetapi kita juga bisa belajar membatik dengan dibimbing oleh para pegawai yang sangat ramah.
Tidak cukup sampai di sini. Untuk mengobati rasa haus kita akan karya batik nusantara terutama di Pekalongan ini, kita bisa ke pusat penjualan batik Sentono yang tak jauh letaknya dari museum. Di sini kita bisa melihat-lihat dan berbelanja hasil kerajinan batik sepuasnya.
Sementara untuk melihat proses pembuatan batik, kita bisa mengunjungi berbagai kawasan kerajinan batik seperti Pabean, Kauman, Sampangan, Kergon, Buaran, Pasir Sari dan Kedungwuni.
Akhirnya, batik adalah adalah salah satu budaya bangsa yang harus kita jaga dan lestarikan. Jangan sampai, warisan budaya yang sangat menawan dan memesona tersebut diambil oleh Negara lain, sebagaimana Reog Ponorogo, yang beberapa waktu lalu diklaim sebagai budaya Malaysia. Kalau tidak kita generasi bangsa yang melestarikan budaya bangsa sendiri, lalu siapa lagi? [A] Rosidi

Di Muat Yunior Suara Merdek
23 November 2008

No Responses Yet to “”

Leave a Reply