Green House, untuk Indonesia Hijau

Berdiri dari keprihatinan melihat gersangngnya kota. Kini, jutaan bibit pepohonan yang beranekaragam, siap digelontorkan untuk mengembalikan Indonesia hijau.
—————————-
Hijau dan asri. Hamparan benih pepohonan yang beraneka ragam, membuat mata tak bosan memandang. Sejumlah pegawai, nampak sibuk dengan aktifitas masing-masing. Ada yang menyirami, memberi pupuk, hingga membersihkan area pembibitan pohon penghijauan, di lahan sekitar dua hektar tersebut.
Demikian suasana yang terlihat ketika SAUDAGAR bertandang ke Green House PT Djarum, Kudus, Jawa Tengah, yang terletak di Desa Kaliputu, Kecamatan Bae.
Tempat ini, satu lokasi dengan Gedung Olah Raga (GOR) Djarum yang pertama dibuat, sebelum GOR di Desa Tanjung, Kecamatan Jati, dibuat. GOR yang menjadi saksi lahirnya atlet-atlet Bulu Tangkis kelas Dunia seperti Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, Hadibowo dan Alan Budikusuma.
Program Djarum peduli lingkungan sendiri, diilhami dari keprihatinan perusahaan rokok ini, di mana pada tahun 1979-an, Kudus sedang melakukan pembangunan dan pelebaran jalan, sehingga jalan-jalan nampak gersang. Melihat hal tersebut, pihak manajemen perusahaan rokok ini pun merasa terpanggil untuk ikut membangun kota di mana ia berdiri.
Ya, lebih dari 30 tahun lalu, program Djarum peduli lingkungan, telah dimulai. Yaitu dengan menghijaukan taman kota serta melakukan penghijauan di lereng muria yang gersang.
Handoyo Setyo, Corporate Affair PT Djarum Kudus, dalam sebuah kesempatan mengemukakan, bahwa corporate social responcibility (CSR) PT. Djarum Kudus saat ini, konsentrasi pada tiga bidang, yaitu Pendidikan, Lingkungan dan Olahraga. “Kami sadar, ini mungkin bukan pilihan terbaik, tetapi pilihan dari berbagai pilihan baik,” ungkapnya.

Bakti Lingkungan
Kepedulian PT Djarum terhadap lingkungan, tidak terpaku pada kota Kudus saja. Berbagai kota lain, turut menjadi perhatian serupa. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Bengawan Solo serta pemeliharaan mangrove, juga tak luput dari perhatiannya.
Program pernghijauan Djarum, juga memberikan bantuan bibit penghijauan yang diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat. “Tidak hanya untuk masyarakat Kudus dan Jawa Tengah saja, luar Jawa pun kita layani,” terang Yunan Adhitya, Kepala Bagian Penghijauan PT Djarum.
Yunan menambahkan, bibit yang diberikan kepada masyarakat, adakah bibit yang produktif, sehingga hasilnya bisa dirasakan. Berbagai bibit yang disediakan adalah bibit pohon coklat, trengguli, sengon, kenari, jonglot, kedawung, kupu-kupu, pohon perak, glodogan tiang, pohon lilin, cendana, mawar gunung, jambu mawar, palem bintang, asem jawa dan jambu biji.
Ada pula pohon wuni, angsana, ebony, jambu bol, mahoni, sempur, klengkeng, tapak kepyar, palem putrid, kopi, kantil, sembirit, sonokeling, sukun, palem ekor tupai, pohon botol, sawo kecik, juwet, sawo ijo, durian, tanjung, Ex mesir, dewandaru, juwet, bangkongan, sembirit, lobi-lobi, matoa, nagasari, pohon sapu tangan, jambu, lili, jambu muur serta palem payung.
Selama lebih dari 30 tahun berdiri, program ini telah membantu menghijaukan berbagai kawasan di Indonesia. “Memang lebih banyak di Jawa Tengah, tetapi kita juga pernah mengirimkan bantuan bibit ke Kalimantan dan Medan,” tambah Yunan. [ROSIDI]

Green House PT Djarum - Di sinilah tempat pembibitan pohon yang untuk bantuan penghijauan

Program pemberian bibit kepada masyarakat yang merupakan program Djarum Bakti Lingkungan, kata Yunan, tidak ada pembatasan dari daerah mana serta berapa jumlah yang disediakan. “Siapapun yang meminta, kita beri. Tentu melewati proses dan akan di survey oleh tim kalau memungkinkan. Cuma kalau untuk luar Jawa, kendalanya di masalah transportasi.”
Untuk memenuhi berbagai permintaan bantuan bibit pohon untuk penghijauan kepada berbagai pihak, Djarum berencana membuka lahan pembibitan di beberapa tempat lain. Untuk tahap pertama, akan dibuka lahan pembibitan di Desa Terban, Kecamatan Jekulo. Sementara itu, di luar kota, Jakarta menjadi prioritas pengembangan.
Tak hanya itu, Djarum kini juga sedang melakukan berbagai penghijauan di beberapa kawasan di Ibukota. “Sementara ini baru menyentuh Jakarta Selatan,” terang Yunan.
Aktifis lingkungan Masyarakat Rekso Bumi (Marem) Moh. Alamul Yaqin, melihat program Djarum peduli lingkungan, sangat penting artinya. Setahu saya, PT Djarum dalam pelestarian lingkungan di Kudus, khususnya sekitar muria, memiliki peranan yang penting. Melalui program CSR (corporate social responsibility) Bhakti Lingkungan, Djarum menjadi pioneer dalam menghijaukan kota kudus dan sekitarnya.”
Namun meski tidak salah menggantungkan harapan pada Djarum, putera bungsu Kyai Kharismatik dari Pesantren Darul Falah, Jekulo, Kudus, KH Ahmad Basyir, ini mengingatkan, agar untuk pelestarian lingkungan, jangan hanya dibebankan ke Djarum.
“Pelestarian lingkungan hidup di Kudus, jangan ditaruh di pundak Djarum saja. Karena dibutuhkan kesadaran masyarakat dan semua pihak untuk menjaga dan melestarikan alam,” harapnya.
Terlepas dari berbagai hal yang ada, keberadaan Green House Djarum, sangat lah berarti untuk Kudus khususnya dan bangsa secara menyeluruh. Karena dari ruang hijau itulah, bibit-bibit pepohonan telah disiapkan untuk Indonesia yang asri dan hijau. [ROSIDI]

Advertisements

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s