Inspirasi dari Erupsi Merapi

narsis abis

Semburan awan panas atau yang lebih dikenal dengan ‘wedhus gembel’ dari erupsi Gunung Merapi, belum lama ini, memang menyisakan kesedihan dan korban yang tidak sedikit. Tetapi di Kudus, wedhus gembel ini justru menginspirasi sejumlah pelajar sebagai komunitas yang mereka dirikan.
Mereka adalah siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Hasyim Asyari 2, yang beralamat di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog. “Kami sepakat menamakan komunitas kami dengan komunitas wedhus gembel. Biar mudah mengingatnya,” ujar Noviana Uchtiya Zulfa, koordinator komunitas tersebut.
Bidang yang ditekuni adalah bidang penulisan. “Kebetulan kami senang menulis. Hobi ini didukung oleh Bapak Kepala Sekolah dan Bapak Ketua Yayasan, jadi kami makin semangat,” lanjutnya yang diamini Abdur Rohim.
Kegiatan-kegiatan intelektual mereka lakukan. Jumat, adalah hari wajib bagi mereka untuk kumpul, mendiskusikan tulisan-tulisan yang kami buat. “Semua anggota wajib menulis, dan dalam pertemuan, dibahas bersama. Kalau dirasa layak, kita akan mencoba mengirimkannya ke media massa,” ujar Novi yang juga bergelut di dunia teater.

Wejangan
Selain hari wajib, yaitu Jumat, komunitas ini selalu bersama-sama di perpustakaan sekolah untuk belajar bareng. “Hampir tiap hari kami berkumpul di perpustakaan untuk membaca-baca buku dan barangkali ada teman yang minta tulisannya dikritisi,” Khaiyun Rohmaniah menambahkan.
Adakah tujuan dengan berhimpunnya mereka dalam komunitas yang kemudian mereka namanya wedhus gembel? “Pertama, kami menanamkan diri untuk semangat belajar, tidak hanya membaca, tetapi juga mentradisikan menulis. Artikel. Puisi. Cerpen. Karikatur. Apapun,” ungkap Mirzaqus Shobiyah yang disambut anggukan kawan-kawannya yang lain.
Belum lama ini, mereka juga menggelar diskusi dengan menghadirkan Qomarul Adib, aktivis Ketua Ansor Anak Cabang (Ancab) Gebog di salah satu ruang kelas. “Ada tiga hal yang akan Anda dapatkan dengan menulis,” tegas Qomar.
Tiga hal tersebut, menurut pengelola Tabloid Bumi itu, adalah intelektualitas, popularitas, dam finansial. “Secara otomatis, kemampuan menulis itu mensyaratkan seseorang untuk banyak membaca. Ini tentu akan menambah daya intelektual kita,” imbuhnya.
Sementara untuk popularitas, yaitu bilamana seseorang menulis artikel di sebuah media massa dan dimuat, maka tidak hanya satu orang yang akan membaca, melainkan ratusan ribu, bahkan jutaan orang. “Kalau dimuat, tentu juga dapat honor. Inilah aspek finansialnya. Namun ini butuh proses yang sangat panjang, maka semangatlah belajar,” pesannya memberikan motivasi. [ros]

Advertisements

One Comment

  1. Selamat dan sukses, semoga selalu dimudahkan jalannya. dan yang pasti beranjangsana serta silaturahmi merupakan pembuka pintu rejeki.

    terima kasih banyak, support dan simpati buat blog ini, Jaya dan Maju … Sukses …

    dari albahaca production, 0815 7020 271
    http://pesankaosonline.wordpress.com

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s